Dalam hidup ini manusia pasti pernah menemukan keadaan atau perlakuan yang adil atau tidak adil. Apalagi dalam segala aktifitas yang dilakukan oleh kita, dimana rasa keadilan itu pasti pernah dirasakan. Contohnya dalam hal kita dalam berbuat kebaikan yaitu dengan kejujuran namun terkadang kejujuran itu tidak mudah untuk dihadapi, pasti ada saja kendala yang disebabkan oleh masalah teknis hingga sikap moral.
Mari kita lihat dari pengertian keadilan, Keadilan yaitu pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan. Keadilan memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Keadilan yang ditimbulkan dengan kecurangan itu mempunyai beberapa factor salah satunya seperti factor ekonomi. Factor ini sering kita jumpai bahkan mungkin pernah kita rasakan. Kita sebagai manusia berhak hidup dengan layak dan bahagia, namun terkadang untuk mewujudkan hal itu kita melakukan kekhilafan dengan mengambil cara pintas tanpa memikirkan orang lain, resiko dan dosa yang ditanggung setelah hal itu terwujud, istilah lainnya yitu menghalalkan dengan segala cara. Cara itu biasanya dengan melakukan KORUPSI dari hal kecil hingga hal yang besar dan kecurangan yang lainnya. Maka untuk mencegah hal itu kita banyak-banyaklah berdo’a dan berusaha menerapkan kejujuran didiri kita serta bekerja keras untuk mendapatkan kepuasan materil secara halal.
Contoh lainnya keadilan di dalam keluarga. Misalnya dalam satu keluarga suami istri itu mempunyai tiga orang anak yang masih kecil-kecil, dan kadang untuk untuk memberikan kasih sayang kepada ke tiga anak itu ada cara yang berbeda, tergantung karakter seorang anak itu. Mungkin dalam sugestinya, anak terakhir lebih disayang oleh ibunya, padahal setiap orang tua itu pasti menyayangi anak-anaknya dengan tulus dan adil. Missal anak itu bernama dodo anak pertama, halif anak kedua, dan sifa anak ketiga mereka pergi ke mall untuk berlibur bersama orang tuanya. Nah, saat itu sifa menginginkan boneka yang di jual disuatu toko lalu sang ibu langsung membelikannya. Dan dengan waktu yang bersamaan halif dan dodo pun menginkan mobil-mobilan setelah itu ibu dan ayahnya pun membelikan mobil yang mereka inginkan dan contoh lain, disaat dodo memakan roti lalu adiknya yang bernama halif san sifa memintanya dan dengan baik hati dodo pun memberikan potongan roti kepada adik-adiknya sama besarnya untuk halif dan sifa. Maka dari situlah terjalin keharmonisan dalam keluarga dengan bersikap adil antara orang tua dengan anaknya dan kaka dengan adiknya.
Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalarn kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan atau ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar