Kamis, 31 Maret 2011

ETIKA PROFESI INFORMAIL TUKANG OJEK

Dalam istilahnya tukang ojek adalah sesorang yang berprofesi sebagai pengantar seseorang dimana orang itu meminta untuk mengantarkan ke tempat yang dituju dengan menggunakan motor. Untuk menemukan tukang ojek sekarang ini cukup mudah, biasanya tukang ojek itu mempunyai tempat pangkalan yang selalu stand by, itu biasanya terdapat di depan perumahan, pinggir jalan dimana banyak oaring yang telah turun dari bis-bis dan masih banyak tempat lainnya.

Maka saat ini profesi ojek telah menjadi bagian transportasi publik yang dapat diandalkan, karena selain ongkosnya relatif murah ojek juga dapat membantu kita untuk mengejar waktu agar tiba di tempat tujuan dengan tepat waktu dimana kondisinya apabila kita naik motor, itu memungkinkan untuk tetap berjalan di sela-sela kemacetan. Namun pembahasannya sekarang menyangkut apakah profesi tukang ojek mempunyai etika? Ya, pasti tukang ojek yang baik itu mempunyai etika tertulis maupun tidak tertulis dalam memberikan pelayanan yang baik bagi pelanggannya. Diantaranya adalah Tukang Ojek Harus :

1. Memiliki SIM ( Surat Izin Mengemudi ).

2. Memiliki STNK ( Surat Tanda Nomor Kendaraan ).

3. Mematuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas.

4. Memakai Helm yang berstandar SNI dan menyediakan Helm bagi penumpangnya.

5. Mengendarai motor dengan tertib ( tidak ugal-ugalan ).

6. Memilik pangkalan yang tetap agar tidak berkerumun disembarang tempat karena dapat menyebabkan kemacetan.

Untuk membicarakan soal pangkalan dikalangan para tukang ojek itu memiliki aturan-aturan yang biasanya dipatuhi agar tidak terjadi kesalah fahaman kepada sesama tukang ojek dan agar tertib juga, yaitu :

1. Apabila tukang ojek yang datang pertama di pangkalan itu, maka yang di dahulukan untuk membawa penumpang yaitu tukang ojek pendatang pertama selanjutnya tinggal mengikuti giliran saja.

2. Untuk tarif harga ke tempat-tempat tujuan penumpang, sudah disepakati bersama dengan para tukang ojek yang berada di pangkalan itu.

3. Biasanya para tukang ojek yang sudah biasa berada dipangkalan itu memakai seragam berbentuk rompi motor dengan warna yang sama, agar dapat diketahui oleh penumpang jika ingin memakai jasa tukang ojek tersebut.

Nah, jika profesi tukang ojek saja mempunyai etika dan etika itu dapat dijalankan dengan baik, maka ojek dapat berlaku tertib dan berkendara dengan aman dan nyaman bagi penumpang. Maka tidak menutup kemungkinan ojek dapat menjadi salah satu transportasi public yang dapat diandalkan masyarakat dimana orang lebih suka menggunakan jasa ojek selain angkutan umum lainnya.

Silahkan untuk Download file PDF'nya DISINI

Selasa, 29 Maret 2011

MANUSIA DAN HARAPAN

Dimulai dari pengertian harapan yaitu keinginan BERHASIL atau TIDAK-nya suatu harapan dimana semua itu tergantung pada usaha kita yang ingin mempunyai harapan. Maka dari itu setiap manusia pasti memounyai harapan. Nah... untuk mewujudkan harapan itu sendiri harus didasari kepercayaan, baik kepercayaan dari diri sendiri, maupun kepercayaan terhadap ALLAH SWT. Dan harapan itu menyangkut masa depan yang kita inginkan agar terjasi seperti halnya harapan atau keinginan ingin sukses di masa depan dengan diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar diterima atau diakui kehebatannya. Atau dalam perkuliahan semester 8 ini nilai-nilai semua mata kuliah mendapatkan nilai A terutama mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.

Mari Kita Bahas persamaan dari Harapan dan Cita :

Dalam kata harapan dan cita-cita persamaannya menyangkut masa depan yang belum terwujud dan ingin sekali diwujudkan. Namun harapan dan cita-cita itu pastinya kita menginginkan sesuatu hal yang baik bukan. Dan hal baik itu sendiri yaitu kita sebagai manusia memiliki harapan dalam diri yang memiliki dorongan akan kebutuhan hidup yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Dan dorongan kodrat, karena dalam diri manusia tidak memiliki rasa puas dalam hidup nya. Kodrat itukan suatu sifat, keadaan, atau pembawaan ilmiah yang sudah ada di dalam diri manusi sejak manusia diciptakan olah Allah SWT, nah dorongan kodrat itu seperti manusia mempunyai keinginan menangis, tertawa, senang, sedih dan sebagainya. Dalam masing-masing manusia itu juga mempunyai kemampuan untuk hidup bergaulatau hidup bersama dengan manusia lain. Nah,,,, dengan adanya dorongan kebutuhan hidup dan dorongan kodrat itu, maka manusia mempunyai harapan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow harapan manusia dengan kodratnya atau kebutuhannya itu adalah :

  • Kelangsungan hidup
  • Keamanan
  • Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
  • Status
  • Perwujudan cita-cita
  • Kebenaran
  • Kepercayaan

Kamis, 17 Maret 2011

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Dimulai dari arti kata INDAH

Kata indah yaitu bagus, cantik, elok, molek, permai, dan sebagainya. Suatu keindahan merupakan suatu konsep abstrak yang tidak dinikmati karena tidak jelas. Keindahan identik dengan kebenaran, keduanya memiliki citra yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik selalu bertambah. Keindahan bersifat universal tidak terikat dengan perseorangan, waktu, dan tempat, selera, mode , kedaerahan atau lokal.

Nah kita manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Dan orang juga sampai rela mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti halnya bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan. Berikut sedikit gambar-gambar dimana saya menikmati betapa indahnya pandangan alam yang berada di daerah jawa barat :



Berikut definisi bagian dari keindahan :

o Keindahan
Keindahan yaitu susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).

o Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang.
Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.Perpaduan misalnya : Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.

o Kehalusan
Kehalusan dalam pengertian keindahan bagi manusia dimaksudkan sebagai sikap lembut dalam menghadapi orang lain, lembut dalam mengucapkan kata-kata, lembut dalam roman muka, lembut dalam sikap anggota badan lainnya. Hal ini berarti menyangkut kesopanan dan atau keadaban dari sikap manusia dalam pergaulannya baik dalam masyarakat kecil mapun dalam masyarakat luas.

o Keindahan menurut Romantik

Dalam buku An Essay on Man (1954), Erns Cassier mengatakan bahwa arti keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan.

Berikut salah satu contoh gambar dari indahnya Masjid Nabawi dan Masjid Raya Makassar menurut keindahan romantic.

Rabu, 16 Maret 2011

Etika Penggunaan Tekhnologi Hitech Seperti Etika Menggunakan PONSEL / HP


Etika Saat Menggunakan Ponsel

Ponsel atau HP digunakan sebagai perangkat telekomunikasi pastilah memiliki banyak manfaat. Teknologi ini memungkinkan kita berkomunikasi dengan mudah. Selain itu, ponsel masa kini, seperti smartphone telah memiliki berbagai fitur yang bermanfaat. Maka penggunaan ponsel secara tepat akan memiliki banyak manfaat positif.

Menggunakan Ponsel Anda secara tepat dan dengan Etika yang baik, yaitu :

  1. Isi sms seharusnya singkat, padat, dan jelas.
  2. Salam pembuka dilanjutkan Isi dari sms itu sendiri dana Salam penutup.
  3. Gunakan singkatan yang tidak hanya dimengerti oleh Anda, tapi juga sang penerima sms.
  4. Perhatikan siapa lawan sms Anda.
  5. Biasakan mengirim SMS seperlunya jangan bertele-tele seperti ketika sedang mengobrol.
  6. Jangan SMS-an ketika sedang berkendara.

Namun, mengingat banyak juga dampak negatif yang bisa disebabkan penggunaan ponsel, maka bagaimana menghindari dampak tersebut sewaktu menggunakan ponsel? Berikut ini beberapa pertanyaan dan saran praktis yang bisa Anda terapkan sewaktu menggunakan ponsel.

  • Kapan saat menghindari menggunakan ponsel?

Jika berbicara dengan menggunakan ponsel bisa mengganggu orang lain. Contohnya : dalam tempat ibadat, gedung bioskop, ruang kelas, gedung konser, dan lainnya. Maka hindari menggunakan ponsel di tempat seperti itu. Anda juga bisa mengatur mode silent pada ponsel Anda sehingga tidak mengganggu orang lain. Bahkan jika perlu, matikan saja ponsel Anda.

  • Apakah perlu berbicara dengan suara keras di ponsel?

Hindari berbicara dengan ponsel dengan suara terlalu keras, khususnya jika Anda berada di tempat umum (public area). Hal ini akan menarik perhatian orang-orang pada diri Anda dan bisa menimbulkan gangguan bagi beberapa orang. Selain itu, mikropon dalam ponsel mampu menangkap suara yang lembut sekalipun, sehingga tidaklah perlu berteriak atau bersuara keras saat menggunakan ponsel Anda.

  • Pembicaraan pribadi di ponsel, wajarkah?

Jangan membicarakan hal pribadi dengan menggunakan ponsel di tempat yang ada orang lain, misalnya saat berada di ruang rapat, ruang kerja yang digunakan bersama-sama, atau bahkan di tempat umum seperti di dalam bus, kereta api, halte, dan lainnya. Jika Anda harus segera menyelesaikan pembicaraan tersebut, bicaralah secara singkat dan telepon kembali segera setelah Anda keluar ruangan lalu lanjutkan pembicaraan pribadi tersebut.

  • Berbicara urusan pribadi dekat orang lain

Jika Anda sedang berbicara dengan ponsel, jaga jarak minimal 3 meter dengan orang lain agar tidak mendengar pembicaraan Anda. Jika Anda berdiri atau berada di dekat orang lain, akan membuat orang lain mau tidak mau mendengarkan urusan pribadi Anda.

  • Menerima panggilan telepon saat sedang berbicara dengan orang lain

Hindari ponsel Anda mengganggu percakapan yang sedang dilakukan. Umumnya saat ponsel berbunyi, seseorang akan mengatakan: "Maaf, saya terima telepon dulu." Hal ini kurang menunjukkan etika dan respek terhadap lawan bicara yang sedang berhadapan langsung dengan Anda. Namun, dalam kasus khusus, menerima panggilan telepon saat sedang berbicara dengan orang lain bisa dilakukan jika memang benar-benar perlu untuk menerima panggilan telepon. Hal yang sama juga berlaku saat Anda mengetik SMS. Hindari mengetik SMS sambil berbicara dengan orang lain.

  • Seberapa bahaya menerima telepon atau mengirim SMS sambil mengemudi?

Jangan menggunakan ponsel untuk berbicara saat mengemudikan kendaraan apalagi mengetik dan mengirim SMS. Hal ini sangat berbahaya. Karena saat Anda berbicara melalui ponsel, Anda sama lengahnya dengan seorang pemabuk. Apalagi jika Anda mengetik SMS, maka tingkat kewaspadaan Anda akan jauh berkurang. Prinsipnya adalah fokus mengendarai kendaraan Anda saat sedang berkendara lalu fokus menelpon saat tidak mengemudi.

  • Mengapa harus fokus kepada lawan bicara di ponsel?

Saat Anda memang sedang fokus berbicara dengan menggunakan perangkat telekomunikasi seperti ponsel, lakukan itu memberi fokus kepada pembicaraan lawan bicara Anda. Komunikasi via ponsel dilakukan secara verbal dan bukan visual, sehingga perlu perhatian penuh saat lawan bicara Anda berbicara untuk menghindari kesalahpahaman.

  • Kapan saat mematikan ponsel?

Matikan ponsel Anda saat sedang melakukan wawancara kerja, presentasi, pertemuan dengan direksi, dan beberapa tempat lainnya yang menuntut suasana senyap dan hening. Penggunaan ponsel di pesawat terbang juga dilarang untuk menghindari gangguan perangkat navigasi pesawat. Gunakan pengamatan Anda, apakah Anda berada di situasi yang menuntut untuk mematikan ponsel Anda.

  • Perbadingan lebih baik mana: Telepon atau SMS?

Jika Anda berada dalam keadaan darurat atau keadaan yang membutuhkan respon cepat, hindari menggunakan SMS untuk menghubungi orang lain. Teleponlah sesegera mungkin, karena pembicaraan melalui telepon lebih efektif ketimbang mengirim pesan teks.

  • Memotret dengan ponsel, bagaimana aturannya?

Jangan mengambil gambar atau memotret orang lain dengan ponsel Anda tanpa izin, karena hal tersebut tidak sopan dan bisa membuat orang tersebut malu.

  • Menerima gambar tidak senonoh, apa yang harus dilakukan?

Jika menerima gambar yang tidak senonoh dari orang lain dalam ponsel Anda, jangan meneruskan dan menyebarkan gambar tersebut kepada rekan-rekan Anda yang lainnya.


Silahkan untuk Download file PDF'nya DISINI



Atau Dapat Dilihat Langsung Berikut Ini :

ETIKA HITECT HP (T1)