Proses awal tahapan implementasi sistem pada organisasi sekolah yang saya amati yaitu ada empat hal yang dideskripsikan dalam pembahasan ini ;
1. Proses implementasi kebijaka Sekolah SMA 9, yang meliputi:
· sosialisasi,
· pembagian tugas, dan
· pemetaan kurikulum;
2. Kesiapan sumber daya dalam implementasi kebijakan
3. Perubahan di sekolah dalam implementasi kebijakan itu, yaitu meliputi :
· strategi pembelajaran,
· manajemen sekolah; dan
4. Peran agen perubahan dalam implementasi kebijakan Sekolah SMA 9
Informan yang di dapat dari wawancara yang saya lakukan di sekolah SMA Negri 9 Jakarta ada tiga poin yang lakukan yaitu data yang terkumpul melalui berbagai teknik tersebut, diperiksa dan dilakukan reduksi data, penyajian data.
(1) Proses implementasi kebijakan pengajaran di sekolah, diawali dengan melakukan penguatan kelembagaan dengan cara pengenalan ide kebijakan melalui kegiatan sosialisasi secara berkesinambungan kepada warga sekolah terutama kepada guru guna mempermudah implementasi kebijakan, dilakukan pembagian tugas dengan membentuk tim pengembang sekolah.
(2) Kesiapan sumber daya yaitu sumber daya manusia dan ketersediaan fasilitas (sarana dan prasarana). Secara kuantitas sumber daya manusia telah terpenuhi dan siap mengimplementasikan kebijakan, tetapi secara kualitas belum memadai terutama dari kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan guru menggunakan alat teknologi yang belum maksimal, dan terus dilakukan pengembangan kapasitas guru.
(3) Perubahan di sekolah dalam strategi pembelajaran telah mengalami perubahan terlihat dari penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dan berusaha memanfaatkan kamus dalam teknologi secara optimal. Pembelajaran terkadang dilakukan dalam bentuk team dengan fasilitas yang ada. Untuk menghindari kesalahan penyampaian dan pemahaman siswa tentang materi ajar yang perlu mendapat penekanan, guru menjelaskan dengan bahasa Indonesia dalam bentuk ceramah. Guru berupaya mengaktifkan seluruh potensi siswa dengan tugas-tugas individual, diskusi kelompok, maupun diskusi kelas.
(4) Keberhasilan implementasi kebijakan berkat peran agen-agen perubahan internal dan eksternal. Kepala sekolah dan guru-guru berperan sebagai agen perubahan internal. Kepala sekolah sebagai penyampai informasi, pembagi tugas, melakukan supervisi, memberi layanan konsultasi. Guru-guru berperan sebagai penular informasi, pemecah masalah bagi dirinya dan sekolah. Agen perubahan eksternal, seperti fasilitator, Dinas Pendidikan, komite sekolah dan lain-lain.